“Kalian
semua lebih banyak shalat dan lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah
daripada sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam padahal mereka
lebih utama daripada kalian.” Beliau ditanya, Dengan apa mereka lebih
diutamakan?” Beliau menjawab, “Karena mereka lebih zuhud terhadap dunia
dan mencintai akhirat dibandingkan kalian.”
(Shifatu Ash-Shafwah, I/420)
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata :
“Barangsiapa
yang menginginkan akhirat, dia akan mengorbankan dunianya. Barangsiapa
yang menginginkan dunia, maka akan mengorbankan akhiratnya. Wahai kaum,
korbankanlah yang fana demi sesuatu yang abadi.”
(Siyar A’lam An-Nubala, I/496)
Sa’id bin Jubair Radhiyallahu anhu berkata :
“Dengan
tawakkal kepada Allah terkumpullah keimana, dan ia berdoa, ‘Ya Allah,
aku memohon kepadaMu kebenaran tawakkal padaMu dan kebaikan sangkaan
kepadaMu’.”
(Tahdzib Siyaru A’lam An-Nubala, I/393)
Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata :
“Saya
tidak pernah melihat kezuhudan yang paling sulit daripada kezuhudan
terhadap kekuasaan. Kita bisa dapati orang zuhud dalam makanan, minuman,
harta dan pakaian. Namun kalau kita berikan kekuasaan kepadanya, ia
akan mempertahankan dan bermusuhan untuk mempertahankannya.”
(Siyaru A’lam An-Nubala, VII/262)
Sufyan bin Uyainah Rahimahullah berkata :
“Zuhud adalah bersabar dan mendekat dengan kematian.”
(Tahdzib Siyaru A’lam An-Nubala, II/702)
Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata :
“Sesungguhnya
orang yang faqih itu adalah orang yang zuhud di dunia, menghendaki
akhirat, mengetahui dinnya, terus-menerus beribadah kepada Rabbnya,
tidak mengusik kehormatan orang muslim dan harta benda mereka, serta
memberi nasehat kepada mereka.”
(Minhaju Al-Qashidin, 15)
Ayyub Rahimahullah berkata :
“Hendaklah
seseroang berbuat taqwa. Apabila ia hendak berzuhud, maka janganlah
kezuhudannya menjadikan ketidaknyamanan bagi selainnya, seseorang yang
sembunyi-sembunyi dalam berbuat zuhud lebih baik daripada seseorang yang
terang-terangan berbuat zuhud.”
(Tahdzib Siyaru A’lam An-Nubala, II/214)
Imam Ahmad Rahimahullah berkata :
“Zuhud di dunia adalah memendekkan angan-angan.”
(Tahdzib Madarijus Salikin, I/451)
Al-Junaid Rahimahullah berkata :
“Orang yang zuhud tidak bergembira karena mendapatkan dunia, dan tidak sedih karena kehilangan dunia.”
(Tahdzib Madarijus Salikin, I/453)
Muhammad bin Al-Hanafiyah Rahimahullah berkata :
“Barangsiapa yang memuliakan jiwanya, maka ia tidak berkeinginan terhadap dunia.”
(Shifatu Ash-Shafwah, II/76)
Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata :
“Jika
yang rusak diantara kita dari kalangan ulama, maka ia menyerupai orang
yahudi. Sedangkan bila ada yang rusak diantara kita dari para hamba,
maka ia menyerupai orang nasrani.”
(Iqtidha Ash-Shirathal Mustaqim, 5)
Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata :
“Zuhud
adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk akhirat,
sedangkan wara adalah meninggalkan apa yang ditakutkan dapat
membahayakan kepentingan akhirat.”
(Tahdzib Madarij As-Salikin, I/453)


0 komentar:
Posting Komentar