Rabu, 13 Januari 2016

WASIAT TENTANG ZUHUD PADA DUNIA

07.52


Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata :
“Kalian semua lebih banyak shalat dan lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah daripada sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam padahal mereka lebih utama daripada kalian.” Beliau ditanya, Dengan apa mereka lebih diutamakan?” Beliau menjawab, “Karena mereka lebih zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat dibandingkan kalian.”
(Shifatu Ash-Shafwah, I/420)

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata :
“Barangsiapa yang menginginkan akhirat, dia akan mengorbankan dunianya. Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka akan mengorbankan akhiratnya. Wahai kaum, korbankanlah yang fana demi sesuatu yang abadi.”
(Siyar A’lam An-Nubala, I/496)

Sa’id bin Jubair Radhiyallahu anhu berkata :
“Dengan tawakkal kepada Allah terkumpullah keimana, dan ia berdoa, ‘Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebenaran tawakkal padaMu dan kebaikan sangkaan kepadaMu’.”
(Tahdzib Siyaru A’lam An-Nubala, I/393)

Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata :
“Saya tidak pernah melihat kezuhudan yang paling sulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita bisa dapati orang zuhud dalam makanan, minuman, harta dan pakaian. Namun kalau kita berikan kekuasaan kepadanya, ia akan mempertahankan dan bermusuhan untuk mempertahankannya.”
(Siyaru A’lam An-Nubala, VII/262)

Sufyan bin Uyainah Rahimahullah berkata :
“Zuhud adalah bersabar dan mendekat dengan kematian.”
(Tahdzib Siyaru A’lam An-Nubala, II/702)

Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata :
“Sesungguhnya orang yang faqih itu adalah orang yang zuhud di dunia, menghendaki akhirat, mengetahui dinnya, terus-menerus beribadah kepada Rabbnya, tidak mengusik kehormatan orang muslim dan harta benda mereka, serta memberi nasehat kepada mereka.”
(Minhaju Al-Qashidin, 15)

Ayyub Rahimahullah berkata :
“Hendaklah seseroang berbuat taqwa. Apabila ia hendak berzuhud, maka janganlah kezuhudannya menjadikan ketidaknyamanan bagi selainnya, seseorang yang sembunyi-sembunyi dalam berbuat zuhud lebih baik daripada seseorang yang terang-terangan berbuat zuhud.”
(Tahdzib Siyaru A’lam An-Nubala, II/214)

Imam Ahmad Rahimahullah berkata :
“Zuhud di dunia adalah memendekkan angan-angan.”
(Tahdzib Madarijus Salikin, I/451)

Al-Junaid Rahimahullah berkata :
“Orang yang zuhud tidak bergembira karena mendapatkan dunia, dan tidak sedih karena kehilangan dunia.”
(Tahdzib Madarijus Salikin, I/453)

Muhammad bin Al-Hanafiyah Rahimahullah berkata :
“Barangsiapa yang memuliakan jiwanya, maka ia tidak berkeinginan terhadap dunia.”
(Shifatu Ash-Shafwah, II/76)

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata :
“Jika yang rusak diantara kita dari kalangan ulama, maka ia menyerupai orang yahudi. Sedangkan bila ada yang rusak diantara kita dari para hamba, maka ia menyerupai orang nasrani.”
(Iqtidha Ash-Shirathal Mustaqim, 5)

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata :
“Zuhud adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk akhirat, sedangkan wara adalah meninggalkan apa yang ditakutkan dapat membahayakan kepentingan akhirat.”
(Tahdzib Madarij As-Salikin, I/453)

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 Da'wa Santri Salafi. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top