Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata :
“Ikutilah
sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam dan jangan membuat
perkara yang baru (bid’ah), maka sungguh hal itu telah cukup bagi
kalian.”
(Syarh Ushuli Al-I’tiqad As-Sunnah, Al-Lalika’i, I/84, no. 104)
Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata :
“Sesungguhnya
kami mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam dan tidak
mengada-ada. Kami mengikuti beliau dan tidak membuat perkara yang baru.
Dan sekali-kali kami tidak akan tersesat selama mengikuti atsar.”
(Syarh UshuliAl-I’tiqad Ahli As-Sunnah, Al-Lalika’i, I/84, no. 106)
Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata :
“Sedikit dalam hal sunnah adalah lebih baik daripada banyak dalam hal bid’ah.”
(Syarh Ushuli Al-I’tiqad Ahli As-Sunnah, Al-Lalika’i, I/87, no. 114)
Sahl At-Tusturi Rahimahullah :
“Landasan
kita ada tujuh perkara : berpegang kepada Kitabullah, mengikuti sunnah
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, memakan makanan yang halal,
menahan dari menyakiti orang lain, menjauhi dosa, taubat dan menunaikan
hak-hak.”
Asy-Syathibi, Al-I’thisham, I/126)
Malik bin Dinar Rahimahullah berkata :
“Semoga
Allah menyayangi seorang hamba yang berkata kepada dirinya, ‘Tidakkah
engkau berkehendak untuk begini, tidakkah engkau berkehendak untuk
begini.’ Kemudian dia mencelanya, lalu membungkamnya. Selanjutnya dia
menetapkan Al-Qur’an menjadi pembimbing baginya.”
(Tazkiyatu An-Nufus, 76)

0 komentar:
Posting Komentar