“Apabila aku berpuasa, aku menjadi lemah dalam menjalankan shalat. Karenanya, aku memilih shalat daripada berpuasa.”
(Minhaju Al-Qashidin, 40)
Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata :
“Aku
tidak mendapatkan sedikitpun dari ibadah yang lebih berat daripada
shalat di tengah malam.” Ada seorang bertanya, “Mengapa orang-orang yang
rajin shalat malam berseri-seri?” Dia menjawab, “Karena mereka suka
menyendiri dengan Ar-Rahman, lalu Dia memberinya sebagian dari
cahaya-Nya.”
(Minhaju Al-Qashidin, 63)
Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata :
“Aku tidak bisa shalat malam selama lima bulan disebabkan oleh dosa yang telah kuperbuat.”
(Tazkiyatu An-Nafs, 61)
Abu Sulaiman Rahimahullah berkata :
“Malam
hari, bagi mereka yang biasa mengerjakan shalat malam, lebih nikmat
daripada orang-orang yang bercanda ria di tempat bercanda. Seandainya
tidak ada waktu malam, tidak ada lagi yang aku senangi dari dunia ini.”
(Minhaju Al-Qashidin, 64)
Ibnul Munkadir Rahimahullah berkata :
“Tiada tersisa dari kelezatan dunia ini melainkan tiga hal, yaitu ; shalat lail, bertemu dengan ikhwan dan shalat jama’ah.”
(Tazkiyatu An-Nafs, 62)


0 komentar:
Posting Komentar