“Sekiranya
aku tahu bahwa Allah telah menerima satu kali saja sujudku, niscaya
tidak ada suatu perkara ghaib yang paling aku sukai, selain kematian.”
(Tazkiyatu An-Nafs, 74)
Amar bin Yasir Radhiyallahu anhu berkata :
“Cukuplah kematian sebagai petunjuk, yakin sebagai kekayaan dan ibadah sebagai amalan.”
(Tazkiyatu An-Nafs, 65)
Sa’id bin Jubair Radhiyallahu anhu berkata :
“Seandainya hatiku tidak mengingat kematian, aku sangat takut hatiku akan rusak.”
(Tahdzib Siyar A’lam An-Nubala, I/394)
Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata :
“Kematian
membuat dunia menjadi remeh. Ia tak menyisakan sedikitpun kesenangan di
dalamnya. Selama seorang hamba menyibukkan hatinya dengan mengingat
maut, menjadi hinalah dunia dan seluruh yang ada di dalamnya dalam
pandangannya.”
(Minhaju Al-Qashidin, 366)
Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata :
“Sungguh
mengherankan keadaan orang-orang yang diperintahkan mempersiapkan bekal
dan diseru untuk pergi, namun mereka justru duduk bercanda.”
(Minhaju Al-Qashidin, 366)
Abdullah bin Muththarif Rahimahullah berkata :
“Sesungguhnya
kematian dapat melenyapkan kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang
yang diliputi oleh kenikmatan itu. Karenanya, carilah kenikmatan yang
tak ada kematiaanya di dalamnya.”
(Tahdzib Mauidah Mukimin, 443)
Abu Athahiyah Rahimahullah berkata :
“Engkau
mengharapkan keselamatan, sedangkan dirimu menyelisihi jalanNya.
Padahal, perahu tidak mungkin berjalan di atas daratan.”
(Tazkiyatu An-Nafs, 114)


0 komentar:
Posting Komentar