“Sungguh celaka orang yang tidak memiliki hati yang bisa digunakan untuk mengenal yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.”
(Ighastatu Al-Lahfan, I/21)
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata :
“Sesungguhnya
termasuk kelalaianmu adalah ketika kamu berpaling dari Allah, yaitu
ketika engkau melihat sesuatu yang dapat membuatNya murka, namun
membiarkannya, tidak memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar
karena takut pada sesuatu yang tidak mampu memberi bahaya dan manfaan.”
(Ayna Nahnu min Akhlaqi As-Salaf, 67)
Al-Fudhail bin Iyadh Rahimahullah berkata :
“Jika
saja ada doa yang mustajab bagiku, niscaya aku akan peruntukkan bagi
seorang imam. Karena dengannya akan terciptanya tanggung jawab, maka
jika tanggung jawab sudah tercipta akan amanlah peribadatan dan negeri
ini.”
(Al-Bidayah wa An-Nihayah, X/631)
Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata :
“Barangsiapa
yang meninggalkan amar ma’ruh dan tidak mencegah yang munkar, karena
takut kepada makhluk, maka ketaatan akan dicabut darinya.”
(Al-Jawabu Al-Kafy, 129)


0 komentar:
Posting Komentar